Kejari Kabupaten Gorontalo Targetkan Tiga Kasus Ini Tuntas Hingga Akhir 2019

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gorontalo menargetkan hingga akhir 2019 segera menyelesaikan tiga perkara kasus dugaan korupsi yang saat ini masih ditanganinya. Kajari Kabupaten Gorontalo, Dr. Supriyanto, SH.MH menyebut, tiga kasus itu di antaranya dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan dana desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, kasus penyimpangan keuangan Desa Labanu, Kecamatan Tibawa dan kasus dugaan korupsi manipulasi data pinjaman kredit di Bank SulutGo Cabang Limboto. “Sampai akhir tahun 2019 ada tiga kasus yang menjadi fokus kejaksaan Kabgor. Dua kasus dana desa serta kasus dugaan korupsi di Bank SulutGo,” kata Supriyanto, Senin (11/11/2019). Dia mengatakan, untuk penanganan dua kasus dugaan korupsi yang melibatkan dua oknum mantan kepala desa telah secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sementara khusus Bank SulutGo, menurut dia, pihaknya masih menunggu perhitungan kerugian negara oleh BPKP. “Ketiga kasus memang sudah dalam tahap penyidikan. Khusus perkara yang di Bank SulutGo tinggal menunggu finalisasi perhitungan kerugian negara oleh tim jaksa bersama BPKP Perwakilan Provinsi Gorontalo,” ucap Supriyanto. Supriyanto berharap, sebelum memasuki tahun 2020 ketiga perkara telah tuntas dan dilimpahkan ke pengadilan. “Harapan saya di tahun 2019 tiga penyidikan sudah tuntas dan tersangka segera dilimpahkan ke pengadilan,” ungkapnya. Seperti diketahui, dari hasil penyelidikan tim penyelidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, terungkap bahwa dalam proses pengajuan kredit itu di tahun 2015, tim penyelidik mendapati dugaan manipulasi data pinjaman kredit di Bank SulutGo dengan nilai total Rp23,3 miliar yang terbagi atas tiga orang pemohon pinjaman atau debitur.